Obat Antibiotik Untuk Menghilangkan Bisul
Kebersihan
adalah pangkal kesehatan. Setiap orang saya rasa sudah mengetahuinya. Maka demi
menjaga kesehatan, saya rela mandi 2 kali sehari, dengan sabun. Tak lupa pula
cuci tangan dan kaki setelah melakukan aktivitas. Cuci kaki dan tangannya juga
pakai sabun. Tapi apakah itu cukup untuk mencegah semua penyakit kulit,
utamanya infeksi bakteri?
Ternyata tidak juga. Sebab hari ini aku menemukan
benjolan kecil, di kaki, yang cukup gatal. Aku garuk, ternyata tidak hilang
juga. Setelah diamati, ternyata kulitku ada bisul. Orang Jawa menyebut bisul
sebagai wudun. Kecil, gatal dan terasa panas. Huadhuh.. Penyakit akibat kurang
higienis ternyata mampir juga.
Bukan masalah serius soal penyakit bisul. Tapi
mengganggu dan bikin malu itu lho membuatku segera mencari obat yang tepat dan
manjur untuk bisul satu ini. Tapi apasih bisul itu?
Penyebab Bisul
Bisul atau wudun adalah penyakit kulit, berupa
benjolan yang berisis nanah (abses) yang terakumulasi di dalam jaringan sebagai
akibat infeksi bakteri. Ketika terjadi infeksi, terjadi kerusakan sel. Hal ini
memicu dikeluarkannya toksin yang menyebabkan radang. Sel darah putih akan
menuju tempat terjadinya infeksi untuk meredam dan menghilangkan infeksinya.
Dalam usaha menghilangkan infeksi, sel darah putih ada yang gagal dan
terjadilah nanah.
Penyebab bisul (furunkel) jelas infeksi oleh
bakteri, utamanya bakteri Staphilococcus aureus. Bakteri ini masuk melalui pori
dan menginfeksi folikel rambut, menyebabkan peradangan, rasa gatal, panas dan
nyeri.
Pada awalnya, bisul berupa benjolan keras
berwarna merah yang mengandung nanah. Benjolan ini berfluktuasi dan baian
tengah menjadi putih/kuning membentuk pustula. Bisul dapat pecah secara spontan
atau dipecahkan dab mengeluarkan nanah, kadang bercampuir bersama darah. Jika
bisul ini sering kambuh, disebut dengan furunkelosis.
Bagian yang paling sering terkena infeksi bisul
adalah daerah leher, payudara, wajah, pantat dan selangkangan.
Obat Antibiotik Untuk Bisul
Banyak yang menganggap remeh bisul. Karenanya,
bisul sering dibiarkan, menunggu sampai “matang”. Dan setelah matang,
pengobatan yang dilakukan adalah di sodet hingga pecah dan nanah dikeluarkan.
Ini tentu pengobatan yang tidak tepat.
Adanya nanah dapat menimbulkan rongga di dalam
kulit. Bisa jadi rongga ini besar sehingga setelah bisul sembuh, akan timbul
bekas luka berupa lekukan di kulit. Dari sisi estetika, tentu hal ini tidak
diharapkan.
Pengobatan bisul sebaiknya dilakukan sedini mungkin.
Karena penyebab bisul adalah infeksi bakteri, maka digunakan obat antibiotik.
Salah satu obat bisul yang populer adalah ichtyol salep merupakan obat klasik
untuk bisul. Namun obat ini merupakan nantiseptik lemah dan beraroma tida sedap
sehingga saat ini mulai tergeser penggunaannya.
Gentamicin (Sagestam, Genoint, Garamycin) krim
maupun salep merupakan obat yang cukup efektif mengatasi infeksi staphilococcus
penyebab bisul. Gentamicin bekerja dengan cara menghambat sintesa protein
bekateri malalui pengikatan unit 30s ribosom yang akan menghentikan sintesis
protein bakteri. Gentamicin merupakan antibiotik yang mudah diserap dalam kulit
sehingga mempunyai aksi cepat mengatasi bisul.
Selain gentamicin, asam fusidat (fucidic acid)
merupakan antibiotik yang juga efektif. Asam fusidat (Fusycom) bekerja dengan
cara menghambat replikasi bakteri dan bersifat bakteriostatik.
Apabila obat topikal tida mencukupi, maka dapat
digunakann antibiotik oral seperti amoksisilin (Amoxsan, Kalmoxillin) yang
diminum 3 kali sehari 1 tablet. Klindamisin (Clinmas, Climadan, Clinjos) yang
diminum 2 kali sehari 1 kapsul juga efektif danmemiliki kemampuan yang baik
dalam menembus jaringan lunak dan nanah. Jika bakteri tersebut resisten, maka
dapat digunakan antibiotik yang lebih kuat seperti flucloxacillin (Floxabiotic,
Floxapen) atau dicloxacillin yang merupakan antibiotik anti staphilococcus.
Bagaimana dengan pencegahan? Cara klasik namun
tetap manjur dan efektif: jagalah kebersihan Bagi Tubuh Kita. Oke?!!








0 komentar:
Posting Komentar